January 18th, 2008 by jejakatingting
Apakah
aku masih disayang-Nya??? Apakah Dia mau menerimaku apa adanya???
Apakah Dia mau menerima aku yang sering kali meninggalkan-Nya???
Ketika manusia diambang kebingungan, hendaklah ia kembali kepada
imannya. Kata-kata itu justru membuat aku semakin bingung. Apa aku
harus menjadi hitam sepenuhnya dan menyadari kalau aku ini salah???
Atau aku kembali kepada-Nya dan melupakan semua yang pernah terjadi.
Menganggap bahwa itu hanyalah masa lalu. Kemanakah aku harus
melangkah??? Aku bingung dan menjadi manusia yang plin-plan. Semua
kata-kata yang bersahutan itu terus mengiringi perjalananku.
Aku
sadar kalau aku sakit, dan aku telah disakiti oleh cinta. Cintakupun
terbatas. Cintakupun terkekang. Akupun tidak bisa lepas seperti
mereka. Mereka yang bebas menikmati manisnya cinta dengan mudahnya.
Akupun terkungkung jauh dari kebebasan. Tapi dengan usiaku yang
sekarang ini, dengan kenekatanku ini, aku tidak perduli apa yang
suatu saat terjadi padaku. Aku telah mengambil keputusan. Entah suatu
saat keputusanku itu salah, aku tidak perduli. Aku tahu mana yang
salah dan mana yang benar, dan aku sudah mengambil resikonya. Akupun
tidak sepenuhnya hitam meskipun dimasa depan aku akan menjadi hitam.
Aku juga bukan putih dan sangat sulit mempertahankan untuk menjadi
putih selamanya. Godaan, bisikan, rayuan, silang pendapat, nasihat,
dan kata-kata yang saling bersahutan di dalam hatiku telah membuat
aku bingung. Sangat bingung sekali.
Aku
menyadari bahwa cinta takkan pernah salah dan cinta tak bisa
dipaksakan. Cinta sendirilah yang memilih siapa saja yang berhak
mendapatkannya. Hingga pada saatnya aku harus benar-benar memilih.
Apakah mereka atau mereka?? Sepertinya aku tidak memilih
kedua-duanya. Ataukah berubah haluan untuk mendapatkan kedua-duanya??
Biarkan itu berjalan seiring berjalannya waktu. Entah aku harus
menjadi hitam atau menjadi putih, aku tidak tahu. Yang aku tahu bahwa
perjalananku masih panjang, banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang
akan mengisi kenangan dimasa mudaku. Aku ingin mengisi hari-hariku
dengan sesuatu yang berguna. Yang bisa berguna untuk orang lain. At
least, untuk diriku sendiri. Hingga cinta itupun dengan sendirinya
datang kepadaku.
<<<Selesai>>>
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
January 12th, 2008 by jejakatingting
Sampai
saat ini aku tidak pernah meneteskan air mata untuk mereka yang telah
meninggalkanku. Mereka yang pernah ada dihatiku. Untuk apa?? (at
least, sampai saat ini). Mereka telah pergi dan takkan kembali.
Mungkin saja mereka telah melupakanku. Dan mungkin saja mereka sedang
berbahagia bersama kekasih mereka. Jadi untuk apa terus-terusan
memikirkan mereka. Lain hanya dengan mereka yang pernah kutinggali.
Mungkin mereka yang kutinggali sangat terpukul dan bahkan menangis
jikalau aku tidak mencintai mereka. Memang itu kenyataanya. Aku tidak
bisa berbohong kalau aku memang tidak mencintai orang-orang yang
telah aku tinggalkan. Aku merasa kasihan kepada mereka, dan sangat
merasa kasihan ketika aku benar-benar merasakan apa yang mereka
rasakan. Ditinggalkan oleh orang-orang yang pernah mengisi hari-hari
kita meskipun tidak semua hari kita diisi dengan manis cinta mereka.
Dan
waktu berlanjut ketika aku merasakan begitu besarnya kekecewaanku
kepada seseorang yang lain. Seseorang yang selama ini membuat aku
senang, bahagia, sedih, kesal, marah, dan terus yakin bahwa suatu
saat dia akan mencintaiku. Saat itu aku sangat sulit sekali melupakan
dia, bahkan disaat kata hatiku mengatakan bahwa dia tidak mencintaiku
(sama sekali), akupun tetap ngotot dan berusaha meyakinkan kata
hatiku bahwa suatu saat aku bisa mendapatkan cintanya. Akupun mulai
berusaha dengan sekuat tenaga untuk meyakinkannya bahwa aku sangat
mencintainya. Jatuh bangunku tak mematahkan semangatku untuk terus
mendapatkannya. Aku tahu kalau cinta butuh pengorbanan dan aku telah
berkorban untuk dia. Tetapi aku salah besar, aku membuat keputusan
yang salah untuk terus mengejar-ngejar dia. Aku sadar bahwa aku telah
dibodoh-bodohi oleh cinta. Tak satupun cinta yang dia berikan
kepadaku. Dan akupun salah mengartikan kata cinta.
Tepatnya
ketika dia memintaku untuk memuaskan nafsunya dan itu tanpa cinta,
akupun kaget bukan kepalang. Seseorang yang selama ini aku kagumi,
yang selama ini aku harumkan namanya kepada orang-orang yang
mencemoohnya, ternyata tidak lebih dari manusia yang brengsek. Yang
menutupi segala negatifnya dengan baik. Akupun diliputi oleh kalut.
Kalut yang sangat mendalam. Sungguh aku sangat mencintainya (dulu),
bahkan aku rela memberikan apapun yang membuat dia menjadi senang.
Aku ingin terus berada didekatnya. Tapi aku tidak sebodoh itu. Cinta
memang buta. Membutakan semua orang untuk mendapatkannya. Setidaknya
cinta tidak membutakan akal sehatku. Akupun kecewa bahkan sangat
kecewa dan bersyukur aku bisa melupakan dia 100% (setidaknya cintaku
kepadanya yang dulu membara). Akhirnya aku terbebas dari
bayang-bayang dia.
<<<Bersambung>>>
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 6th, 2008 by jejakatingting
Aku
sadar bahwa aku ini adalah makhluk Tuhan yang jauh dari kata
sempurna. Makhluk yang lemah, sombong, iri, sensitif yang gak ada
apa-apanya dibandingkan dengan kebesaran-Nya. Aku tahu kalo banyak
sekali dosa yang pernah aku lakuin, baik itu sengaja ato gak sengaja.
Dulu aku sempat bersama-Nya, tapi kini aku sangat jauh sekali
kepada-Nya. Sangat jauh sekali. Bukan berarti aku melakukan semua
yang dilarang oleh-Nya. Dia sangat menyayangiku, sangat luar biasa
menyayangiku dan aku pergi meninggalkan-Nya.
Aku
gak mengingkari kalau aku dilahirkan dengan cinta. Aku sebenarnya
sangat tidak tahu sekali apa itu cinta. Bahkan gak sedikit orang yang
mencari jawaban apakah arti cinta itu. Pengalaman cintaku pun tidak
sebanyak orang2 yang ada disekelilingku. Menurutku cinta itu bagaikan
dua mata pisau. Dia bisa menghidupkan, bahkan dia bisa mematikan.
Karna itu aku tidak perduli ketika dimasa-masa remajaku dulu semuanya
mengejar cinta. Aku bahkan sempat berfikir kalo aku akan menjadi
konyol apabila aku jatuh cinta. Tapi itu dulu, sebelum aku mengenal
dia.
Dia
orang yang pertama kali mengatakan kata cinta kepadaku dan ia
menginginkan aku untuk mendampingi serta mengisi hari-harinya. Aku
kaget, sangat luar biasa kaget. Aku sempat tidak percaya bahwa ada
orang senekad dia. Dan sepertinya ia sadar apa yang telah ia lakukan.
Akupun terbius olehnya, dan sempat terpikir bahwa dia yang selama ini
aku cari. Tapi aku salah, aku hanya menjadi pelampiasannya saja.
Saat itu aku merasakan cinta buta. Aku tidak perduli. Asalkan aku
bisa menjadi miliknya, aku rela harus berbagi cinta. Tapi sepertinya
ia tidak ingin menyakitiku lebih dalam. Karna ia pernah merasakan apa
yang pernah aku rasakan. Akhirnya, aku merelakan meskipun sulit untuk
melupakannya. Dan akhirnya aku melupakannya.
<<<Bersambung>>>
Posted in Uncategorized | No Comments »